Senin, 10 September 2012

Inilah 12 Parpol yang Gagal Ikut Pemilu 2014


Jakarta Dua Belas partai politik (parpol) yang mendaftar ke KPU dipastikan tidak bisa maju di Pemilu 2014. Setelah diverifikasi, 12 parpol itu tidak memenuhi 17 dokumen yang disyaratkan KPU.

Berikut ini adalah 12 parpol yang gagal maju Pemilu 2014. Keterangan disampaikan oleh Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam jumpa pers di kantornya, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (10/9/2012).

1. Partai Pemuda Indonesia (PPI), hanya menyerahkan 12 dokumen
2. Partai Indonesia Sejahtera (PIS), hanya menyerahkan 4 dokumen
3. Partai Pemersatu Bangsa (PPB), hanya menyerahkan 16 dokumen
4. Partai Aksi Rakyat (PAR), hanya menyerahkan 16 dokumen
5. Partai Pelopor, hanya menyerahkan 3 dokumen
6. Partai Republik Indonesia, hanya menyerahkan 12 dokumen
7. Partai Islam, hanya menyerahkan 16 dokumen
8. Partai Merdeka, hanya menyerahkan 8 dokumen
9. Partai Patriot, hanya menyerahkan 14 dokumen
10. Partai Barisan Nasional (Barnas), hanya menyerahkan 15 dokumen
11. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah (PPNUI), hanya menyerahkan 11 dokumen
12. Partai Matahari Bangsa (PMB), hanya menyerahkan15 dokumen.

Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, mengatakan 17 jenis berkas tersebut antara lain dokumen pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM, data anggota parpol termasuk nama-namanya. Proses verifikasi administrasi akan dilaksanakan di Hotel Borobudur.

Proses verifikasi administrasi hingga tanggal 29 September 2012 tersebut hanya dapat diikuti oleh parpol yang telah melengkapi minimal 17 jenis dokumen. "Kalau parpol tidak menyerahkan 1 saja dari 17 jenis dokumen tersebut, maka tidak dapat mengikuti proses selanjutnya yaitu proses verifikasi administrasi," tutup Hadar.

Senin, 03 September 2012

Ari Sigit Daftarkan PAKAR ke KPU

Ketua Umum Partai Karya Republik (PAKAR) yang juga merupakan
cucu mantan Presiden Soeharto, Ari Haryo Wibowo Hardjojudanto
atau Ari Sigit (tengah) mendaftarkan partainya ke kantor Komisi Pemilihan Umum,
Jakarta, Jumat (31/8/2012). PAKAR merupakan salah satu partai politik baru yang
mencoba masuk pesta rakyat pemilihan umum 2014.


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Karya Republik (PAKAR) Ari Haryo Wibowo Hardjojudanto atau Ari Sigit mendaftarkan PAKAR untuk maju dalam pemilihan umum 2014. Dengan menggunakan jaket berwarna merah muda, Ari Sigit beserta sejumlah pengurus masuk ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Jumat (31/8/2012).

Kedatangan cucu mantan Presiden Soeharto tersebut tidak berselang lama setelah Partai Golongan Karya (Golkar) mendaftar. Ari Sigit nampak lebih banyak diam dan tersenyum pada saat mendaftar.

Beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh sekretariat pemilu lebih banyak dijawab oleh pengurus yang lain. Sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi parpol belum bisa ditunjukan oleh PAKAR, namun dengan sigap dijawab oleh pengurus PAKAR. "Menyusul Pak," kata salah seorang pengurus.

KPU telah mulai membuka pendaftaran parpol peserta pemilu 2014 sejak 10 Agustus. Pendaftaran akan ditutup pada 7 September 2012.

Selanjutnya KPU akan melakukan proses penelitian administratif, kemudian selanjutnya proses penelitian faktual yang akan berlangsung hingga bulan Desember, dan partai politik peserta Pemilu 2014 akan ditetapkan pada tanggal 15 Desember 2012. 

Sumber : http://nasional.kompas.com

Jumat, 31 Agustus 2012

Cucu Soeharto Ari Sigit Daftar Pemilu 2014

Partai ini mengklaim didukung penuh oleh Keluarga Cendana
yang memiliki moto atau jargon Hari Sudah Baik
Kemarin Lebih Baik Besok Bersama Partai Pakar Jauh Lebih.

Ari Sigit mendaftar usai Partai Golkar mendaftar.

Ari Sigit dan partainya akan sukses mendulang suara pada pemilu mendatang.


Partai Karya Republik (Pakar) yang diketuai Ari Haryo Wibowo Hardjojudanto atau Ari Sigit (cucu mantan Presiden Soeharto) mendaftar ikut Pemilu 2014 ke KPU Pusat Jakarta, Jumat (31/8). Ari Sigit dan partainya menyatakan diri akan sukses mendulang suara pada pemilu mendatang.

Sumber : http://foto.detik.com

Senin, 13 Agustus 2012

Jelang Pendaftaran, KPU Undang Parpol Calon Peserta Pemilu 2014


Jakarta, kpu.go.id- Menjelang dibukanya masa pendaftaran dan verifikasi partai politik (parpol) yang akan dimulai pada 10 Agustus,  KPU menggelar sosialisasi Peraturan KPU (PKPU) Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pendaftaran, Verifikasi, dan Penetapan Parpol Peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Sosialisasi yang dihelat di Ruang Sidang Utama KPU itu mengundang seluruh parpol berbadan hukum yang terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM, yang berjumlah 73 partai.

Seperti pada pertemuan pertama pada 19 Juli lalu, beberapa hal yang menjadi diskusi hangat antara KPU dengan parpol calon peserta Pemilu 2014 itu, antara lain, alur dan jadwal pendaftaran, verifikasi, dan  penetapan parpol menjadi peserta Pemilu 2014; kepengurusan parpol tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota yang harus menyertakan keterwakilan 30% perempuan; kantor parpol pada seluruh tingkatan; verifikasi faktual keanggotaan parpol di tingkat kabupaten/kota; nomor rekening parpol di semua tingkatan; penerapan metode sampling dan sensus dalam proses verifikasi; serta penggunaan aplikasi berbasis teknologi informasi melalui laman website sipol.kpu.go.id.

Hadir pada pertemuan itu, Ketua KPU, Husni Kamil Manik; anggota KPU, Sigit Pamungkas, Juri Ardiantoro, Hadar Nafis Gumay, Arief Budiman, Ferry Kurnia Rizkiyansyah; Sekretaris Jenderal (Sekjen), Suripto Bambang Setyadi; Wakil Sekjen, Asrudi Trijono; serta para pejabat Sekretariat Jenderal KPU.

“Pada pertemuan ini, kami menerima masukan dan pendapat tentang PKPU Nomor 8 dari parpol. Kami ingin menegaskan, alur pendaftaran dan verifikasi masih sama dengan pembahasan sebelumnya; yang diverifikasi faktual (Kartu Tanda Anggota) hanya di kabupaten/kota; kepengurusan parpol tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota harus menyertakan sekurang-kurangnya 30% keterwakilan perempuan sejalan dengan Undang-Undang Nomor 15 tahun 2011; dokumen yang diserahkan ke KPU berupa berita lembaran negara dan nomor rekening tidak perlu asli; serta metode sampling dan aplikasi yang akan digunakan pada parpol,” terang Ida Budhiati.

Sigit Pamungkas menjelaskan tentang penerapan metode sampling dan sensus dengan memperhitungkan angka proyeksi. Setelah itu, Hadar Gumay menerangkan penggunaan aplikasi yang disiapkan oleh KPU.

“Dalam pendaftaran parpol akan menggunakan beberapa cara, yakni menggunakan Sipol KPU (www.sipol.kpu.go.id), menggunakan file excel, atau menggunakan kombinasi antara file excel dan portal sipol KPU. Administrator KPU akan memberikan alamat akun operator sejumlah yang dibutuhkan. Pemegang akun admin adalah staf DPP yang memiliki kemampuan menggunakan internet,” kata Hadar.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU, pendaftaran akan berlangsung pada 10 Agustus-7 September; verifikasi administratif pada 11 Agustus-14 September, dan verifikasi faktual pada 4 Oktober-21 November. Sedangkan penetapan partai politik sebagai peserta pemilu dilakukan pada 9-15 Desember 2012.

Sumber : www.kpu.go.id

KPU Siap Buka Pendaftaran Parpol Peserta Pemilu 2014


Jakarta, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah siap membuka pendaftaran partai politik peserta Pemilu 2014. KPU juga telah menetapkan Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2012 mengenai Pendaftaran, Verifikasi, dan Penetapan Partai Politik peserta Pemilu 2014. Hal ini diungkap oleh Ketua KPU, Husni Kamil Manik, S.P. dalam konferensi pers yang diselenggarakan KPU di ruang Media Centre KPU, Kamis (09/08), pukul 14.00 WIB.

Dalam konferensi pers tersebut hadir 6 (enam) Komisioner KPU, yaitu Husni Kamil Manik, S.P., Dr. Ferry Kurnia Rizkiansyah, S.IP., M.Si, Sigit Pamungkas, S.IP., M.Si, Drs. Hadar Nafis Gumay, Arief Budiman, SS., S.IP., MBA, dan Ida Budhiati, SH., MH. Sedangkan Komisioner KPU Juri Ardiantoro, M.Si tidak bisa hadir karena sedang menjalankan tugas di Bima Nusa Tenggara Barat.  

Proses pendaftaran ini dibuka mulai besok tanggal 10 Agustus 2012 hingga 7 September 2012. Setelah itu akan dilanjutkan proses penelitian administratif, kemudian selanjutnya proses penelitian faktual yang akan berlangsung hingga bulan Desember, dan partai politik peserta Pemilu 2014 akan ditetapkan pada tanggal 15 desember 2012. Partai politik yang akan diverifikasi hanya mendaftar di KPU tingkat pusat, tidak mendaftar di KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota, tetapi partai politik juga berkewajiban menyampaikan dalam bentuk fisik Kartu Tanda Anggota (KTA) di KPU Kabupaten/Kota.

“KPU sangat terbuka dalam proses pendaftaran partai politik ini, tadi kami juga bertemu dengan Badan Pengawas Pemilu  (Bawaslu), kami sampaikan bahwa proses ini terbuka untuk siapapun, dan kami juga menggunakan pola kerja yang tanpa pengawasanpun, kami akan berkerja sesuai peraturan dan perundang-undangan,” papar Husni dalam konferensi pers tersebut.

Husni juga mengungkapkan bahwa sudah ada informasi adanya partai-partai yang akan menggunakan hari pertama untuk mendaftarkan diri. Demi kelancaran proses pendaftaran, KPU membatasi pengurus partai yang bisa memasuki area kantor KPU maksimal sepuluh orang, dan pengurus partai menugaskan hanya maksimal dua orang yang menjadi penghubung antara partai politik dengan KPU, sehingga alur komunikasi KPU hanya melalui dua orang tersebut.

“Kami siapkan 170 orang tenaga profesional yang tergabung dalam kelompok kerja pendaftaran dan verifikasi partai politik ini, kemudian untuk mempermudah partai politik dalam melakukan pendaftaran, kami sediakan pula aplikasi sistem informasi partai politik yang kita sediakan di laman website kpu.go.id yaitu www.sipol.kpu.go.id,” tambah husni.

KPU juga sudah menyiapkan help desk atau unit pelayanan informasi untuk melayani pertanyaan-pertanyaan atau informasi yang dibutuhkan partai politik, sehingga diharapkan pada waktu mendaftar partai-partai tersebut sudah memahami persyaratan yang harus dilengkapi untuk memperlancar proses pendaftaran. Pelayanan help desk tersebut 24 jam, dari jam 08.00 – 16.00 WIB bisa bertemu langsung dengan petugas, atau selain waktu tersebut bisa berkomunikasi via email. Nomor telepon helpdesk 021-3156362, faks 021-31931527, dan email: helpdesk@app.kpu.go.id.

Kemudian Husni juga menyampaikan untuk memudahkan media mendapatkan informasi perkembangan proses pendaftaran dan verifikasi partai politik tersebut bisa langsung berkomunikasi dengan Anggota KPU Divisi Hukum dan Pengawasan, yaitu Ida Budhiati, SH., MH dan Sigit Pamungkas, S.IP., M.Si.

Sumber :  www.kpu.go.id

Jumat, 10 Agustus 2012

Didukung Ari Sigit, Partai Pakar Yakin lolos Verifikasi KPU

Produk Politik Baru
Dinasti Cendana

LENSAINDONESIA.COM: Partai Karya Republik (Pakar) yang diketuai Ari Haryo Wibowo Hardjojudanto atau Ari Sigit (cucu mantan Presiden Soeharto) didukung sepenuhnya oleh Keluarga Cendana yang memiliki moto atau jargon ”Hari Sudah Baik Kemarin Lebih Baik Besok Bersama Partai Pakar Jauh Lebih”.

Partai ini diyakini sudah menunjukan keseriusanya seperti yang dilakukannya dengan merevitalisasi dan konsolidasi internal Partai Pakar dari tingkat anak cabang sampai tingkat provinsi di daerah-daerah seluruh Indonesia.

“Dalam rangka persiapan verifikasi KPU (Komisi Pemilihan Umum, red), DPP Partai Pakar merencanakan pada hari Minggu (29/7/12) mengundang seluruh ketua dan sekretaris DPD Partai Pakar di 33 provinsi di Indonesia untuk konsolidasi internal partai,” ujar Puspito Adi Wibowo, Sekjen Dewan Pimpinan Pusat Partai Karya Republik (PAKAR) dan Dwi Suryawati Said (Ketua Partai Pakar DPD DKI Jakarta) di Kantor Pusat Partai Karya Republik, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jum’at (27/7/12) sore ini.

Agenda ini dalam rangka konsolidasi dan revitalisasi Partai Pakar untuk menghadapi Pemilu 2014 yang akan datang. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mengamputasi ketua DPD yang tidak efektif dalam melaksanakan persiapan-persiapan DPD Pakar yang tersebar di daerah-daerah.

Hingga kini DPD-DPD di daerah ditarget harus mencapai 100 persen persyaratan dari peraturan KPU. Partai Pakar akan segera diverifikasi KPU pada 7 September mendatang.

“Kami yakin Partai Pakar akan lolos verifikasi atas ketentuan-ketentuan dari KPU. Karena dari hasil laporan dan respon faktual secara internal yang ada di DPD di seluruh Indonesia sudah 100 persen di tingkat PAC, 75 persen di tingkat DPC dan 80 persen di tingkat provinsi,” tegas Puspito Adi Wibowo, yang mengakui masih ada hubungan kerabat Cendana ini sambil tersenyum.

Partai Pakar yakin target mendapat simpati hati rakyat akan tercapai. Alasannya, selama ini warga lapisan menengah ke bawah ternyata masih merindukan kepemimpinan ala mantan Presiden Soeharto yang berkuasa di era Orde Baru.

Sumber : http://m.lensaindonesia.com

Rabu, 08 Agustus 2012

Rika Callebaut di Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Partai Karya Republik (Rakornas PAKAR)









Artis Rika Callebaut hadir pada acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Partai Karya Republik (Rakornas Pakar), Selasa (7/8/2012) di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta.

Istri Ari Haryo Wibowo Ketua Ari Sigit Soeharto ini hadir dengan baju merah menyala.
Ari Sigit, putra mantan Presiden Soeharto, menjabat sebagai Ketua Umum DPP Pakar. Pada acara itu, Rica ikut menyanyi.

Pakar berkantor di Jalan Raya Salemba Kav 35, Jakarta. Sejumlah tokoh yang memimpin partai baru ini adalah Puspito Adi Wibowo (Sekjen DPP Pakar), Ibu Hj Dwi Suryawati Said (Ketua DPD Pakar DKI Jakarta), dan Tubagus Sumawijaya (Wakil Ketua Umum DPP Pakar)


Sumber :  www.tribunnews.com (foto)
               www.tribunnews.com